Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minta Usut Tuntas Kasus Pembantaian di Ketapang Laok, Puluhan Massa dan Mahasiswa Mendatangi Mapolres Sampang

Kamis, 21 November 2024 | November 21, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-11-22T03:24:55Z

Minta Usut Tuntas Kasus Pembantaian di Ketapang Laok, Puluhan Massa dan Mahasiswa  Mendatangi Mapolres Sampang

Sampang||Garuda08.com _ Dalam adanya Tragedi Kasus Pembantaian di Ketapang laok, Puluhan massa yang tergabung dari Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kemanusiaan, Menggeruduk Mapolres Sampang, Madura JawaTimur. Kamis 21/11/2024.


Mereka mendesak Kapolres Sampang, dan Kapolda Jawa Timur, untuk segera menindaklanjuti para pelaku penganiayaan atau pembantaian terhadap alm. Jimmy Sugito Putra yang meninggal dianiaya oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab di Desa Ketapang Laok Sampang.


Dari hal tersebut Ketua Aksi Massa dan Mahasiswa Abdurahman Wahid meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. Seperti yang dipesankan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi anarkis, Polri harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke akar akarnya.


"Terhadap orang-orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pembantaian, pihak Polda Jatim dan Polres Sampang harus tegas serta menuntaskan seperti yang dipesankan Kapolri," ungkapnya.


Polisi juga diminta untuk membongkar pihak-pihak yang menunggangi yang diduga jadi dalang dan otak pada peristiwa 17 November 2024 kemarin.


"Penangkapan pelaku pengeroyokan terhadap Jimmy dapat dijadikan pintu masuk kepolisian untuk mengungkap siapa-siapa saja provokatornya," ujarnya.

Selanjutnya, polisi juga dapat mendalami aktor di balik peristiwa tersebut Mengingat, menurut kami pengeroyokan atau pembantaian terhadap Jimmy diduga sudah direncanakan oleh kelompok provokator.


"Kami mendorong penegak hukum untuk bekerja secara profesional dalam menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila serta senantiasa menjaga Citra institusi kepolisian," tegasnya.


Hal ini dikarenakan tanpa alasan yang jelas yang notabanenya beda pilihan, tiba-tiba korban tersebut dikeroyok massa.


"Terlihat jelas direncanakan oleh kelompok provokator yang mendeteksi keberadaannya di lokasi perkara, dengan alasan yang beda pilihan di pilkada, jelas tiba-tiba sekelompok orang menganiaya secara bersama-sama, menganiaya hingga meninggal," jelasnya.


Diharapkan agar Kapolres Sampang dan seluruh jajaran senantiasa memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga Kamtibmas demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman di wilayah hukum Kabupaten Sampang.


(Ulul)

×
Berita Terbaru Update